Untuk para wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara pastinya harus mampir ke tempat wisata yang satu ini. Tempat wisata itu tak lain iyalah Danau Toba dengan Pulau Samosir di tengahnya.
Saya menulis artikel ini karena saya merupakan tuan rumah dari Sumatera utara. Saya ingin memperkenalkan objek wisata yang ada di Danau Toba ini kepada para wisatawan agar mereka tertarik untuk berkunjung. Dan saya juga ingin mengarahkan kepada para wisatawan agar mereka tidak meninggalkan salah satu dari berbagai objek wisata yang ada di Danau Toba. Karena bagi saya sangat disayangkan untuk meninggalkan salah satu saja objek wisata yang ada disana. Para wisatawan pasti bertanda tanya, Apa sih Danau Toba itu? Apa bedanya dengan danau – danau yang lain? Mengapa ada pulau bernama Pulau Samosir di tengahnya? Berikut penjelasannya.
DANAU TOBA
Danau Toba yang terletak di Sumatera Utara ini merupakan salah satu danau vulkanik terindah yang dimiliki Indonesia. Danau Toba yang memiliki luas mencapai 1.145 kilometer persegi, tampak seperti sebuah lautan yang berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Selain merupakan danau terluas di Asia Tenggara, danau Toba yang memiliki kedalaman 450 meter ini juga menjadi danau terdalam di dunia. Danau Toba merupakan bekas kawah letusan gunung terbesar di dunia, danau ini terbentuk dari letusan gunung purba raksasa yang menurut beberapa penelitian disaat letusannya sempat merubah iklim dunia dan membawa dunia ke dalam zaman es. Letusan raksasa tersebut hampir memusnahkan manusia di dunia ini. Peninggalan letusan tersebut masih bisa dilihat berupa kaldera terbesar di dunia yang saat ini terisi air menjadi danau Toba dengan sebuah pulau di tengahnya yang diberi nama pulau Samosir.
PULAU SAMOSIR
Pulau Samosir adalah sebuah pulau yang merupakan bagian kaldera yang tidak terendam air, terletak di tengah-tengah danau Toba. Pulau Samosir ini memiliki dua danau kecil, yaitu Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni. Luasnya Pulau Samosir ini hampir sama dengan luas Negara Singapura dan bukanlah sebuah pulau yang kosong. Pulau ini merupakan pusat dari kebudayaan Batak dan menjadi tempat tinggal suku Batak Samosir yang masih memegang teguh kepercayaan leluhur. Suku Batak Samosir ini masih menjalankan berbagai kegiatan ritual yang biasa dilakukan oleh nenek moyang terdahulu.

Di Pulau Samosir terdapat dua desa yang banyak dikunjungi wisatawan yaitu Tomok dan Tuktuk. Desa Tomok merupakan Desa yang memiliki banyak objek wisata menarik seperti Makam Raja Sidabutar. Museum Batak dan pertunjukan tari boneka Sigale – gale yang popular. Desa Tuktuk menjadi tempat penginapan untuk para wisatawan.
Selain objek wisata di Pulau Samosir, terdapat juga berbagai objek wisata di Danau Toba. Danau Toba dikelilingi oleh hutan pinus dan beberapa air terjun serta pemandian air hangat di dalam hutan. Sangatlah nyaman untuk bersantai disini, melihat pemandangan di sekeliling danau yang sangat indah dengan udara yang sejuk sehingga membuat pikiran lebih tenang.
Selain memiliki wisata alam dengan keindahan yang luar biasa, bagi masyarakat batak setempat menganggap Danau Toba juga merupakan tempat bersemayamnya tujuh dewi suku Batak atau yang biasa disebut dengan Namnorru. Setiap masyarakat batak setempat hendak melakukan kegiatan di sekitar danau, masyarakat akan berdoa dan meminta izin terlebih dahulu agar acara mendapat berkah dan berjalan dengan lancar.
Untuk menjelajahi wisata Danau Toba, anda dapat memulainya dari berlayar, yaitu berlayar menuju Pulau Samosir dengan kapal sewaan dalam rombongan 20 – 25 orang selama sehari. Anda dapat berhenti di titk tempat wisata mana saja yang anda dan rombongan anda ingin kunjungi. Selama perjalanan dengan kapal ini anda bisa menikmati pemandangan indah Danau Toba dan sekelilingnya. Anda akan takjub dengan kekayaan alam yang indah ini, siapkanlah kamera untuk mengabadikan setiap momennya. Anda juga bisa melihat wisatawan lain atau bahkan anda juga bisa bermain banana boat dan jetski di danau.
Selain itu anda juga dapat mengenal berbagai sejarah Batak. Anda dapat mengunjungi wisata sejarah di desa Tomok di mana terdapat Makam Raja Sidabutar, Museum Hutan Bolon di Simanindo dan Batu persidangan di Ambarita.
Makam Raja Butar sangat unik karena terbuat dari batu besar tanpa sambungan da nada ukiran wajah sang raja di batu makamnya. Raja Sidabutar merupakan orang pertama yang mendiami Tomok. Di sekitar pemakaman ini juga tedapat dua makam raja penerusnya dan beberapa makam anggota keluarga. Untuk masuk ke tempat wisata ini anda harus memakai ulos yang telah disediakan oleh petugas di pintu masuk.
Museum Hutan Bolon pun tak kalah menariknya. Anda bisa melihat rumah adat Batak Simanindo yang merupakan peninggalan Raja Sidauruk yang dijadikan museum budaya Batak saat ini. Di dalam museum terdapat berbagai koleksi benda – benda yang erat kaitannya dengan budaya Batak antara lain pakaian adat, kain ulos dan juga peti mati yang berisi boneka sigale – gale.
Ada pula Desa Ambarita yang memiliki Batu persidangan. Batu ini berbentuk seperti meja yang dahulu digunakan untuk mengeksekusi tahanan. Orang – orang yang berbukti melakukan kejahatan seperti membunuh, mencuri dan memerkosa akan dihukum pancung di meja ini. Ihh serem banget yah.
BELANJA DAN SOUVENIR
Belanja. seorang wisatawan tidak akan lepas dari kata yang satu ini, karena tak lengkap rasanya bila berkunjung tanpa berbelanja. Di kawasan Danau Toba dan sekitarnya terdapat banyak took souvenir yang menjual kain ulos, gitar khas Batak kaos, gantungan kunci dan beraneka souvenir lainnya. Anda bisa temui banyak sekali souvenir – souvenir ini di Pulau Samosir, Parapat Balige dan tempat – tempat lain sekitar Danau Toba.
TRANSPORTASI
Untuk mencapai danau Toba, Dari kota Medan anda bisa menuju Parapat dengan lama perjalanan sekitar 5 Jam. Apabila anda tiba di Medan menggunakan pesawat terbang, dari bandara pertama anda harus menuju terminal Bus Amplas menggunakan kendaraan umum No 64 dengan harga Rp. 3000 / Orang. Dari terminal Amplas ambil Bus menuju Parapat dengan tarif sekitar Rp. 22.000 / Orang. Apabila anda ingin lebis simple, anda bisa menyewa mobil dengan tarif sekitar Rp. 450.000 sudah termasuk driver dan bahan bakar, atau bisa menggunakan Taxi.




